Sifat Yang Menghancurkan

14 01 2007

Photobucket - Video and Image Hosting Photobucket - Video and Image Hosting Photobucket - Video and Image Hosting
Photobucket - Video and Image Hosting Photobucket - Video and Image Hosting
Foto-foto diambil dari sini

Mempelajari sifat manusia bisa dilakukan dari mana saja dan perlu dilakukan setiap saat. Betapapun banyaknya contoh tentang tingkah laku makhluk ini di dunia yang bisa membuat kita mengatakan sudah memahaminya, namun kita kerap kali pula melupakannya. Saat kita berpikir, merasa, bertindak atau hanya sekedar memandang dan mendengar, yang berlaku saat itu lebih banyak dikendalikan oleh ego dan keinginan pribadi, apa yang kita pilih saat itu untuk tampil di halaman muka mesin otak kita. Hal inilah yang membuat segala pengalaman dan pengetahuan tentang dunia menjadi terpinggirkan dan cenderung tidak terpikirkan. Maka, belajar dan belajar dari sekitar kita, selayaknya terus menjadi agenda keseharian agar kualitas hidup kita sebagai manusia meningkat. Ah, tidak bermaksud menggurui, hanya sekedar mengingatkan diri sendiri yang masih mungkin tergolong dalam kelas ‘perlu digelengkepalai’.

Manusia, tempatnya keserakahan, terlebih menyangkut harta dan tahta. Kedua hal itu, memang mendatangkan kekuasaan terhadap segala yang seharusnya dibagi dengan orang lain. Kekuasaan berarti kekuatan. Hanya saja, ada kekuatan di dalam kekuasaan yang sering terlupakan oleh manusia. Kekuatan maha dahsyat untuk menghancurkan. Menghancurkan manusia lain, mungkin menjadi sebuah kewajaran bagi mereka yang memegang kekuasaan. Namun ketika kekuatan itu juga menghancurkan diri sendiri, mengapa begitu dahsyat pula dipertahankan. Mungkin pada saat kehancuran diri itu datang, demi sebuah kesombongan, seorang manusia masih bisa bertahan berdiri tegak. Tapi apa yang dialami pada batinnya, tidak akan dapat tergantikan.

Bagi seorang laki-laki yang berkuasa, entah pada masa apapun dia hidup, selalu membutuhkan pengakuan akan keberadaannya untuk dihormati. Kehormatan berarti juga terlaksananya segala ucapan dan perintah tanpa ada kompromi. Segala konsentrasi tercurah untuk mengkristalkan kekuatan yang dimiliki, tanpa ada yang berhak mengambilnya. Namun ketika semua usaha itu ternyata melukai orang-orang yang seharusnya disayangi, orang-orang yang menjadi belahan jiwa dan darah dagingnya, maka titik akhirnya adalah kehancuran. Kekuasaan yang masih digenggaman tidak akan menjadi kilau emas, melainkan hanya cucuran airmata tanpa arti.

Bagi seorang wanita, kehormatan yang seharusnya tidak pernah bisa dilepaskan adalah kemampuannya memilih. Apa yang ingin dilakukan, rasa manis yang boleh diteguk, kasih yang tidak egois, dendam yang tak bisa terbalaskan. Kemerdekaan mungkin tidak sepenuhnya menjadi milik wanita. Karena pada diri wanitalah kehidupan itu mendapatkan sumbernya karena kodratnya sebagai seorang ibu. Ketika seorang wanita mencoba menggugat kemerdekaannya, disana harus ada pemikiran panjang tentang gejolak yang mungkin terjadi dari tingkahnya. Dan seberapa dalam pengorbanan yang akan diberikan untuk memperbaiki setiap kesalahan yang dilakukan.

Menjadi seorang putra, kebanggaannya bukanlah pada jabatan yang disandang. Namun berapa banyak yang bisa dilakukan untuk menjaga kehormatan orangtua. Kecintaan yang tidak mungkin memilih antara ayah dan bunda, dan penilaian yang berimbang pada segala kesalahan yang disaksikan. Maka, jika tak mampu memilih, seringkali mengorbankan diri menjadi sebuah pilihan yang harus dilakukan. Meskipun pahit, tapi semua menjadi sangat bernilai untuk sebuah harga diri.

Belajar , tidak selalu melelahkan. Setidaknya itu yang bisa aku rasakan dari Curse of The Golden Flower. Film kolosal Cina yang begitu indah dalam lukisan yang bermakna. Tidak membuat kening ini berkerut namun sungguh mengiris hati untuk mengetahui bagaimana rapuhnya manusia. Betapa seorang manusia itu mudah sekali dilemahkan oleh kekuatan hawa nafsu. Yang lebih menyedihkan dari kelemahan itu adalah ketika mengetahui bahwa segala yang terjadi itu salah setelah semuanya hancur tak bersisa. Ah, indah sekali jika kita mendapat pencerahan dari sebuah hiburan tanpa merasa digurui.


Tindakan

Information

15 tanggapan

14 01 2007
pingin pinjem

Mbok aku dipinjemin toh Jeng. Aku pingi liat Mbak Gong Li dan kang Chou Yun Fat beraksi. Penasaran banget ki.. Dari kemaren2 cuman liat behind the scene nya doang..

14 01 2007
joni

hahaha.. pingin pinjem

yah itulah memang sulit terkadang kita mau berbagi tanpa berkesan menggurui..

mbak kalo di india digelengkepalai berarti ya/ bagus.. terbalik kalo di indonesia.. ;)

betul, memang manusia itu harus terus belajar, belajar dan belajar dan jangan malu/gengsi untuk bertanya kalo tdk tau.. hehe
kan jadi menggurui…*rasanya* :)

jadi pingin pinjem juga.

14 01 2007
endangwithnadina

Dena, weh…aku nonton di bioskop, opo yo tak pinjemi teaternya…hahahah
Joni, yah…aku seneng bgt kalo bisa mempelajari sesuatu yg baik….ih,sok tau deh gue…hahahah

14 01 2007
Tanti

*kangeeeeeeeeeeeennnnn … wah menghitung hari juga yah Bu ? 15 days to goooo …. traktir dong ahhh !

Aku juga suka film2 China gitu, tapi bukan yang kung-fu2an … yg kadang bikin pekak telinga. ;)

15 01 2007
dian mercury

jadi direkomen nih buat nonton ? aku tunggu dvdnya aja dah. pengen liat mas chow yuen fatt

tapi bukang ang li, ya ? hehe

15 01 2007
venus

bagus ya pilemnya?

iya deh kapan2 ditraktir. kopi aja kan? ojo njaluk maem lho yaaaa :D

16 01 2007
Ely

fotonya yang bawah terlihat dari tempatku kotak2, yang bagian atas terlihat jelas dan cerah sekali!

16 01 2007
endangwithnadina

Tanti, kita gantian nraktir yo..piye carane? hihihih
Dian, Anglo kalee…heee,dasar pak uban tuh…
Venus, Bagus bangeeet..
Ely, Nahlo….kan…mbuh deh soal gambar itu…

16 01 2007
DeLaKeke

Emang seharusnya kita bisa belajar dari apa yang kita lihat, bukan dari pikiran kita saja…
Bagus tuh pelemnya, aku baru baca resensinya doang….

16 01 2007
kenny

aku malah rindu film nya chou yun fat yg gambling….
walah jeng..aku ngekek terus yen eling endang bauer/ endang suther… hihihi

16 01 2007
Larasati

aku mbaca tulisane jeng endang yo dalam rangka meguru ngangsu kawruh golek dalan padang lho …:)
termasuk jalan2 berkunjung ke web para blogger..

16 01 2007
endangwithnadina

delakeke,aku bilang sih bagus banget,ke…
kenny,awas ngompol lo olehe kemekelen
larasati, weleh…iya mbak aku jg gitu..

16 01 2007
arief fiadi

bagus … bagus … tapi cucok juga kalo judulnya “the curse of golden korset” :)

18 01 2007
dian mercury

testing…jeng bauer

18 01 2007
dian mercury

testing lageee

Tinggalkan sebuah tanggapan