Haruskah Aku Percaya….Kenisbian ?
9 04 2008Ada kudapati seorang ibu yang mengalami kecemasan. Tentang apa yang sedang terjadi di sebuah tempat jauh dari pandangan mata tuanya yang merabun, tempat dimana buah hatinya mengarungi hidup. Tentang hal-hal yang tak diketahuinya dengan pasti, hanya hatinya menyala. Hati tuanya mungkin terlalu mencintai dan bisa menerawang jauh pada apa yang tak tertangkap mata fisiknya. Terlalu mencintai yang bisa juga mengacaukan kebenaran karena kabut cintanya terlalu tebal dan melingkupi.
Banyak suara pernah bicara tentang segala sesuatu yang tak berkaki pada apapun selain kenisbian. Entah bagaimana jejak nisbi itu menjadi nyata dan diyakini lalu ditularkan pada benak lain yang tak pernah percaya, dididik untuk tak percaya, dan yang tak pasti. Satu hal yang pasti, kadang keterpaksaan untuk meyakini itu datang karena melihat sesuatu yang ada meskiĀ tak pernah mempercayai. Ada dan tidak, percaya dan tidak percaya. Lalu bagaimana dengan keyakinan pada yang Esa, akankah terduakan?
Matahari pasti terbit pada waktunya, entah enggan atau tidak. Banyak isi alam yang dia bawa serta dengan kemunculannya, sebagiannya menjadi duka bagi makhluk. Pernah ada yang mendapat kabar dari sang matahari sebelum duka itu datang, lagi-lagi sebuah kenisbian. Ketidakpastian. Dan semua telinga yang mendengar kabar burung menjadi terapung dalam batas keyakinan, percaya dan tidak.
Oh ya, pasti aku bicara tentang adanya aku, sisi mana yang kupilih. Bekal cerita, banyak nilai yang ditanamkan, keberadaan dunia dewasaku, menempatkanku disini. Di tengah. Yang selalu mampu untuk ditarik ke kanan dan kiri bergantung cahaya-cahaya yang menerpa mataku. Dan aku lebih memilih untuk bergerak dengan sebuah keterpaksaan jika kabar burung itu benar. Maka jika dipertanyakan tentang menduanya aku dari yang Esa, aku lebih memilih untuk bertanya padaNya karena kebodohanku. Aku tahu, Dia akan bicara dalam hatiku. Karena aku bukan seorang ahli surga, selain hanya meyakini ajaran tentang kebaikan.
Dalam ketidakpastian yang kumiliki, entah apa membawaku bicara dengan dia yang tak bisa kutemui lagi. Dia yang membuat rindu kami tak pernah tuntas lagi. Entah bagaimana siang itu aku dan dia berbincang layaknya hari kemarin, meski segala kalimat yang ada hanya ingin menyuruhnya pergi. Berjalan terus dan tak menghentikan perjalanan keabadiannya. Dan aku hanya menginginkan kami yang disini menjalani segala kemanusiaan kami yang serba tidak tahu dan harus begitu.
Kalau aku tak percaya, karena aku tak boleh mempercayai yang tak kutahu. Kalau aku menyentuh duniamu, karena aku hanya yakin dirimu masih ada. Maka pergilah, demi dirimu ……………………….
Ini semua kembali lagi kepada seseorang itu bagaimana ia memandangnya….
Jika merasa ada kegalauan dalah hati, curhatkan saja kepadaNya…. ^_^
dia masih ada di hati meskipun ia tak nyata lagi saat kenangan itu semakin nyata.. sampaikan salam padaNya untuk dia yg telah pergi.. agar ia abadi dalam kemulyaan hati… wohohoho… ngemeng apa ni ak.. wkwkwk…
wah sastra banget mbak tulisannya…..rak nyandhak aku…. :))
aduh Mba, aku ga mudeng ki…. *lagi ga bisa mikir jero*
yang penting sekarang Mba dah sehat, soalnya dah nulis lagi yg membuat orang lain perlu mikir jero
satu kepastian di alam ini adalah kenisbian
endang aku sebut2 namamu tuh di blog hehe..udah sembuh yo, dah aktif lagi
jujur sy coba baca namun sy tidak mampu menagkap maksud pembicaraanmu….maaf, mungkin personal sekali ya sehingga cuma mereka yg pernah mengalami yg akan menegrti apa yg sedang kamu hendak ceritakan
wah maaf ya……..penyakit saya emang suka gini nih, ngomongnya mbulet kayak benang ruwet….dibaca doank aja ya…..
syukurlah kalo dah sembuh.. alhamdulillah
maunya ujung malam tadi aku mau berdialog lagi, seperti malam2 sebelumnya, sayang kalah dengan kemoloran, tapi dialog khan bisa diulang tiap malam dan belajar merajinkan kembali rutinitas ini harus tidak berhenti sampai di sini ….
*curhatdotcom* soale durung ngeh ama cerita di atas
ngomong ngomong kenisbian ki opo???
oot, udah sembuh bener ya??syukur
wah udah sehat lagi ternyata….
udah nyekar ?
belom sempat…….
lagi2 *bingung mode on*…hayooo YMan ….buat konprensi peres….hihihihi…. kelembaban nisbi=kelembaban normal yah ???
hayoooo………elo juga mulai ngikut2 gue yaaa……
dan lihatlah ..dahiku selalu berkerut membaca tulisanmy..
moga kamu selalu baik2 aja say…
semoga ia yang dalam keabadian… tetap tenang disana… bantu dengan alunan doa dari bibir tulus kita… harap padaNya jadikan buatnya tempat yang terbaik
wah ! bener banget omonganmu, Nang…….memang itu yg kulakukan akhirnya….