Malas dan Cemas
15 04 2008Ah…..aku sedang sangat malas. Dan tak peduli. Pada aneka bentuk tulisan, milikku atau milikmu. Tulisan ini ada hanya karena aku tak tahu harus bagaimana mengatur irama hati. Sejujurnya matahari, aku hanya ingin menikmati hadirmu dengan sabar dan tanpa target. Tapi duniamu tempatku juga berada, kadang tak mengerti.
Kalau pagi terbawa dalam setiap kehadiran matahari, selalu kupandang langkah kekasih kecilku yang makin mantap dalam harapnya. Kadang ada kerikil kecil di ujung kakinya, kecil namun bisa membuat kulit jarinya terkelupas. Aku hanya memandangnya, karena disana dia belajar merawat luka karena kerikil itu. Tapi pandangan ini bukan kosong, karena kalau kau jeli mendengar desahku dan gerak bulu mataku, disana ada pandangan seorang ibu. Dan setiap teriakan yang terdengar adalah juga teriakan seorang ibu.
Ya, Gusti……aku tahu bahwa kekasih kecilku bukan sebentuk adonan donat yang ada semata karena tanganku. Tetapi kuinginkan tanganku banyak meninggalkan jejaknya disana, dan mudah-mudahan baik baginya. Adonan yang kugiling ini dipenuhi dengan hati penuh cinta. Ketika tak ada cemas di matanya, kau bisa melihat cemas itu di mataku. Justru karena terlalu banyak yang sudah kusaksikan dan dia baru belajar membuka mata. Ya, ya, aku tahu……….semua harus kuserahkan padaMu dan padanya sendiri. Hanya biarkan saja aku menikmati masa ini, hal baru yang dulu bahkan tak pernah kubayangkan bagaimana akan kurasakan.
Kau tahu, di akhir setiap pandang dengan pendar kecemasan ini, selalu kutingkahi hari dengan satu pelukan. Pelukan besar setiap kali dia berpaling padaku dan bertanya apa yang kurasakan. Pelukan dengan keinginan berlama-lama setiap kali dia datang dengan kerinduan padaku setelah hari lelahnya.
Matahari, aku ingin berdiam dulu entah berapa lama. Menikmati setiap inci sinarmu dengan degup jantung keibuanku……….
Kok malas kenapa jeng…
yok nggosip bareng aku biar seger
kelamaan libur waktu sakit kmrn, jadi keenakan kali mbak..
males? masih lemes abis sakit yak?
bukan lemes, males aja…..kelamaan libur dari komputer kmrn itu, kok enak juga…..keterusan deh…
btw, yg di postingan itu, aku udah ngopi setelah belanja. lha kok pas mau pulang, ujan gedeee banget, aku stuck gak bisa nyebrang ke parkiran. yg ada aku balik lagi, masuk ohlala dan minum teh dulu, sendirian. agghhh nyesel gak bawa laptop
repot yak, belanja bawa laptop…..hehehehe
kok malas2an. hayo hayo semangat hehe
ya sekali kali thooooo…….
malas kok nulisnya panjang gini
namanya juga lagi ngomel, nek……
Mungkin ini juga yang dirasakan oleh ibu di rumah, ketika aku mengajukan ijin… Cemas yang berlebih kepada kekasih kecilnya ^_^
seneng deh ada pemahaman Iko ke pemikiran Ibu…….
Cepat kembali seperti dulu yaa mbak….
ah Ibu, malas tapi mikirnya banyak hehe…
Ibu tetaplah Ibu.
iya bener Meiy…….sambil bermalasan, pikiran tetap aja ke anaknya……..
yeah…kekhawatiran seorang Ibu, wajar….
aku juga kadang gitu, apalagi klo si Cipluk mulai lari-lari ga karuan dan di kasih tau susah aduh…
spt kmrn 3 kali terjatuh.
tidur aj..
*gk dianjurkan*
ukalm2 maneh nyang hamurku dang . . . . . jelas semangat . . . !
lha wong lagune hot . . . “cinta ini membunuhku” . . .
kasih ibu sepanjang masa, cemas gak hilang karena dihalau hujan sehari…
aku seneng donat kentang, mau mbikin tapi males(judulnya sama ” males” to..hihi)
senja kemarin aku menikmati sunset dengan suami di pojok desa, dalam rintik hujan, langit yang 80 % diselimuti mendung masih menyisakan keindahan di sudut barat hingga masih ada tempat tersisa buat mentari memamerkan kemolekannya sebelum beranjak ke peraduan
Duh, mbak, gue banget itu. Pengennya si ari tuh kayak donat. Tp gak pengen juga. Tp kehilangan juga. Tapi… aaaaaahhhh
sepertinya menyenangkan ya mbak menikmati naluri keibuan, tapi kok bosen mbak?ya udah kopdar aja gimana?
*ga fokus*
hei Stey, ko kopdar si? yang lain dunk….
cinta IBu ngga bakal hilang….ikhlas lah…^,^
have a good rest yaaa.
met istirahat sambil nikmatin sinar matahari, tapi jangan lama2 ntar bisa bosen jg
ga semuanya bisa sesuai yg kita inginkan, tp setidaknya kita sudah memberikan arah yg terbaik buat anak2 kita dan biarkan mereka yg menjalani dan menentukan nasibnya.
masih malas dan cemaskah ?
bulan ini kayaknya memang bulan malas… aku jg malas2an sekali bulan ini
mba’, ibuku pernah masuk RS sewaktu mba’ku yg slalu tinggal serumah mutusin mau pindah, saat itu baru aq ngerti betapa trnyata ortu sangat kesepian tanpa anaknya. skrg aq lbh sering pulkamp, selagi msh ada rejeki, selagi masih ada umur, slagi masih bisa menunjukkan rasa cintaku… hikss.. jd kangennn