Membaca banyak tulisan yang serupa. Tentang sebuah buku. Buku biasa dengan isi yang mengurai aneka bahan, ukuran dan tatacara menyajikan pemanja lidah. Dikumpulkan dari seorang manusia yang pernah ada, yang mungkin juga tidak dia ciptakan tapi dia dapatkan dari orang lain. Banyak buku seperti itu, lalu mengapa yang ini beda? Katakanlah disana diselipkan cerita. Katakanlah disana disisipkan puisi. Katakan juga disana tertuang banyak kesaksian. Tetap saja buku biasa. Tapi tentang SIAPA, mungkin itu pembedanya. SIAPA yang melakukan banyak hal yang sama, siapa yang pernah berbagi banyak hal yang bisa dibagi yang lain. Perempuan ini, bagaimana dia bisa begitu istimewa untuk banyak orang?
Belum pernah hilang dari ingatan banyak orang tentang teriakannya. Banyak yang mengulangnya untuk menunjukkan setia. Banyak yang menempelkan wajahnya di tembok-rumah sebagai pengingat dan menunjukkan penghuni rumah itu adalah pengagumnya. Tak sedikit yang menjadi berlebihan ketika ingin membandingkan dengan penerusnya. Teriakannya bisa diteriakkan orang lain. Kursinya bisa diduduki silih berganti. Lelaki ini, tak pernah pudar oleh masa hidupnya yang habis berpuluhtahun lalu.
Kesibukan mempersiapkan sebuah acara, tersebut perannya dalam setiap kesempatan semacam. Memindahtangankan apa yang dipunyai pada orang lain, tak pernah lupa untuk menyebut namanya. Seakan tak ada orang lain pernah melakukannya. Membeli pernik kecil dan sepele, tidak mungkin tidak menyebut namanya, ketika dulu kerepotan itu tidak perlu ada. Semua hanya hal sepele dan remeh yang bisa dilakukan banyak orang. Tapi perempuan kerabatku itu, membuat segalanya menjadi bermakna.
Kata orang, semua menjadi berarti ketika jauh. Rasa cinta menjadi nyata ketika tak bisa dirasakan lagi dalam keseharian. Dan ketika perpisahan yang mutlak dan tak pernah kembali itu tiba. Apakah semua akan dirindukan? Apakah semua akan diharap untuk kembali? Ataukah hanya untuk orang yang terberkati dan membawa kharisma sejak lahir? Dan apakah semua hanya tentang kebaikan? Atau kebaikan dan ketidakbaikan harus menjadi luar biasa untuk menjadi kenangan masa?
Mungkin kita akan tahu setelah kita tidak bisa kembali. ……..
biasanya gitu…yg berarti bagi banyak orang pasti terus dikenang.
seperti aku, selalu mengenang ibu disaat beliau dalam keadaan suka ataupun duka.
wah endingnya kayak postingku he. kita akan tahu semuanya setelah tidak bisa kembali. hihi
sumpah aku gak nyontek kamu lho Nang…..hihihihi
sering kita mengerti setelah sesuatu atau seseorang itu pergi…
*gak ngert*
Daripada kisah indah, yang nancep dipikiran malah yang jelek-jelek ..akhirnya berakhir jadi dendam kesumat.
harus mbaca berulang2 nih biar mudeng
met puasa ya
Kenangan itu memang sesuatu yang tak akan pernah bisa kembali. Seperti masa lalu misalnya, juga kenangan bersama orang yang kita cintai, yang sekarang sudah tak akan pernah lagi bisa ditemui meskipun kita sangat rindu ingin bertemu. Kadang kita merasakan betapa berartinya seseorang setelah dia tak lagi berada di samping kita untuk selamanya.
kenangan itu masa lalu, namun selalu banyak pelajaran yang bisa diambil dari situ
rodo bingung ki, opo mergo ngantuk ya….
Cukup mndalam,
Dan kbanyakan orng mngalaminya,
Andaikan penyesalan itu tdk dtng dibelakang ya Jeng,
Ah, tp apalah arti andaikan.,
Life must go on,
Tetap smangat dan jgn lupa sahur biar tdk lemas puasanya *haiyah*
intinya, selalu mensyukuri keberadaan orang2 yang kita sayangi ketika berada disekitar kita ya,,,
Tetap saja buku biasa. Tapi tentang SIAPA, mungkin itu pembedanya. SIAPA yang melakukan banyak hal yang sama, siapa yang pernah berbagi banyak hal yang bisa dibagi yang lain. Perempuan ini, bagaimana dia bisa begitu istimewa untuk banyak orang?
Lagi ngomongin gue ya, Jeng? Hahahahaha…
mmmm……..bolehlah, ama temen sendiri…huahahahaha…..
Emang tuh feed blog gue jadi ngaco gitu. Banyak yg komplen.