Seringkali terjadi. Ketika sang ayah selalu berada di luar rumah untuk bekerja, dan sang ibu berkutat di rumah. Yang satu berpikir keras mencari rejeki, merasakan kaki pegal menekan kopling di tengah jalan macet dan mungkin berdebat dengan orang lain tentang berkas-berkas. Yang di rumah berpikir keras tentang menu, noda pakaian dan hitungan hari yang harus dipenuhi oleh sisa gaji di tangan. Seorang ingin menghabiskan akhir pekan dengan berselonjor di depan televisi, dan memuaskan kantuk seharian. Seorang lagi ingin melihat kota dan carut marutnya meski macet tak mengenal akhir pekan.
Entah…..tapi berada di rumah terus menerus juga bukan hal yang indah meski bukan sesuatu yang tidak bisa dinikmati. Ketika memiliki keleluasaan kapan ingin tidur, karaoke, memutar aneka film atau menikmati HBO, sulit untuk mengatakan semua itu bukan kenyamanan. Tetapi ketika semua dijalani sepanajng tahun, percayalah bahwa dirimu akan sangat merindukan dunia luar bahkan yang tak cantik sekalipun.
Pada saat-saat begitulah, konflik mudah terjadi. Antara dia yang ingin mengatupkan mata membayar kelelahannya selama seminggu dan dia yang ingin menghirup debu jalanan membayar hutang pandangan pada tembok-tembok dingin. Ketika meletus, tak jarang salah satunya merasa perlu tampil bak seorang dewi sinetron dengan airmata bercucuran dan kalimat-kalimat menghiba. Dan lucu sekali ketika hal itu dilakukan oleh seorang wanita yang sesungguhnya memiliki badan tegap sehat sentausa laksana atlit. Dan lebih menggetarkan dada lagi sewaktu kemudian dia pergi ke balik tembok dan mampu meringis membaca sms kocak sahabatnya.
Bagaimana yang ingin mengatupkan mata tadi? Kadang dengan suksesnya dia lakukan apa yang menjadi impiannya. Artinya, memang hanya itu yang mampu dia lakukan dan dipahami benar oleh nyonya drama queennya. Tetapi dia akan tidak tahan ketika mendengar kalimat,” tidakkah kasihan denganku yang hanya menjadi penunggu setia bla bla………” Sandiwara adalah sandiwara. Bukan bertujuan menipu, tetapi mungkin memanipulasi sedemikian rupa sebuah kebutuhan sehingga menjadi terkesan begitu penting dan darurat. Setelahnya, semua diperbaiki dengan sebuah doa terimakasih untuk segala nikmat yang tak mungkin didustai lagi.Yang terpenting sebuah pemahaman diperoleh, meski harus diremix lagi di lain kesempatan. Dan pemahaman ini juga bukannya tidak penting mengingat semuanya membutuhkan keseimbangan.
Keesokan harinya, segalanya akan berjalan tanpa hambatan. Ganjalan tak perlu dipersoalkan karena tidak semua perlu dijabarkan panjang lebar. Selama pengertian selalu ada dan komunikasi berjalan entah bagaimanapun caranya, bisa diharapkan untuk menemui akhir yang memuaskan. Dan pada titik ini, silakan kembali pada resep-resep baru yang menantang kemampuan dan ketrampilan tangan, jendela-jendela sapaan yang bisa ditunggui atau ditinggal hilir mudik menyelesaikan aneka pernik. Dan belajar kembali hal baru yang bisa dilakukan atau disaksikan dari mana saja sebelum rodanya berputar kembali pada fase sandiwara episode berikutnya.
Bagaimana dengan anda : mana yang lebih menarik dari semua hal yang ditawarkan untuk dilakukan pada tiap akhir pekan?

Komentar Terakhir