Tidak Tahu

7 04 2010

Selepas belahan jiwa dan kekasih-kekasih kecil pergi, saya selalu sendiri disini. Mungkin agak terang matahari sedikit, akan ada satu mbak datang membantu urusan rumah hingga selesai tugasnya pertengahan hari lalu pulang kembali. Tapi secara keseluruhan, saya memang sendiri dan melakukan banyak hal termasuk yang tak penting. Atau keluar rumah juga untuk urusan rumah lainnya sementara si mbak menjaga dan menggantikan tugas saya sementara waktu. Dan di awal hari itu, kopi adalah teman terbaik dalam kesendirian saya selain saluran internet.

Ada banyak hal yang lalu masuk di antara saya dan kopi itu, baik hitam atau tri in wan. Yang paling sering tentu saja tentang hubungan manusia dan Sang Gusti. Penciptaan-penciptaanNya yang tak pernah bisa dipahami manusia seutuhnya, entah yang baik atau buruk dalam mata manusia. Meski tak pernah saya mempertunjukkan prosesi ibadah saya ke hadapan manusia lain, yang terpenting adalah bagaimana saya menghayati hubungan itu dan tak perlu diketahui orang lain.

Lalu ada bencana datang di sela-sela keseharian itu, di kehidupan saya sendiri ataupun bagian mana saja di bumi ini. Suara tangis, teriak, rintih hingga caci maki akan menjadi pertanda munculnya emosi yang menyertai setiap bencana. Sebuah perwujudan tentang bagaimana tiap manusia menghayati lembaran-lembaran perjalanan hidupnya. Kadang, lalu manusia menjadi semakin kreatif dan menunjukkan kepandaiannya dengan mencari hubungan sebab akibat dari apa saja yang datang di hadapannya.

Saya…….saya lebih memilih menghirup kopi dalam-dalam selagi hangatnya belum hilang. Bukan tak peduli, bukan juga hirau. Saya hanya tak tahu harus apa. Bahkan saya tidak tahu, haruskah saya mencari sebab dan akibatnya? Lebih tidak tahu lagi, jika sebab itu ditemukan lalu kemungkinan emosi apa yang akan membanjiri saya. Lalu emosi itu akan membawa saya kemana? Saya sungguh tidak pernah tahu alasan Sang Gusti memberikan semuanya kepada manusia. Yang senang dan baik bagi manusia, juga yang berupa bencana dan tampak buruk di mata manusia. Ketika kebaikan datang, apakah itu hadiah ataukah ujian….dan ketika bencana, apakah itu hukuman atau ujian. Saya tidak pernah tahu sebesar ketidaktahuan saya apakah tujuan semua ketidakbaikan hanyalah untuk satu manusia mempersalahkan manusia lain.

Mungkin terlalu banyak menyesap kopi membuat saya bodoh dan berhenti bertanya dan mencari tahu tentang semuanya. Salahkah saya jika saya tak bertanya dan hanya meyakini saja bahwa segala sesuatunya mutlak adalah rencana dan kekuasaanNya semata. Salahkah saya, ketika saya percaya bahwa manusia juga membutuhkan apa yang tampak buruk itu justru untuk melihat ke dalamĀ  dan memperbaiki diri, lalu membuat manusia semakin menyandarkan hidupnya kepadaNya?

Gusti, percayalah…….saya bahkan tidak mengerti apakah Engkau memang memilih tempat tertentu saja untuk menerima apa yang tampak tidak baik itu. Saya hanya ingin terus meyakiniMu…………..karena saya takut padaMu…


Tindakan

Information

2 tanggapan

30 04 2010
gakpede

setiap tindakan tentu ada motif yang melatar-belakanginya: demi…., atas nama…., untuk, agar, dsb
pesulap deddy corbuzier yang pintar membaca pikiran orang pernah bicara: saya benci orang yang bicara bohong krn kebohongan itu tampak ketika ia bicara
dan tampaknya, sekarang kitapun jadi mampu membaca kebohongan2, brkali krn para pembohong semakin bodoh
gitu, kali

15 07 2010
lamendol

Kok sepertinya lagi sedih! Opo aku sing ora mudheng yooo?

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.