Menjadi Yang Baik dan Dicintai

7 09 2006

Beberapa hari ini hati saya tersentuh oleh sebuah berita yang sudah berlalu lebih dari sepekan. Tetapi saya tidak bisa langsung menuliskan apa yang tercatat dalam kalbu ini karena ingin benar-benar meresapkan dulu segala kesan yang saya dapat dari berita itu. Beritanya sendiri tentang seseorang yang sama sekali tidak saya kenal. Tetapi saya beruntung ketika pertama kali berniat untuk ikut-ikutan meramaikan dunia para blogger, blog beliau ini adalah salah satu yang saya baca dan pelajari. Jadi ya saya mengetahui sosoknya hanya dari blog miliknya yang beberapa kali saya baca itu : zidansyifa.blogspot.com Pemiliknya dipanggil dengan nama Inong. Yang membuat saya kaget adalah berita meninggalnya beliau ini. Sempat tidak percaya, apalagi berita itu saya dapat melalui ketidaksengajaan. Tapi setelah berkunjung ke beberapa blog lain untuk mencari tahu, ternyata memang benar. Inong masih muda, setidaknya lebih muda dari saya. Tapi tampaknya dia dikenal sebagai seseorang yang memiliki kualitas kepribadian yang bisa memberi kesan baik, menyenangkan, dan layak untuk dikenang. Jika berkaitan dengan usia yang saya katakan tadi, maksudnya adalah, kepribadian itu juga layak untuk diteladani bahkan oleh mereka yang usianya lebih tua darinya.

Kepribadian setiap manusia itu unik, sebagiannya sudah terbawa sejak manusia itu dilahirkan dan sulit diubah. Tapi sebagian lagi saya percaya bisa dibentuk. Untuk yang bisa dibentuk ini tentunya memerlukan proses belajar dari kepribadian manusia-manusia lain di sekeliling kita dan juga niat sungguh-sungguh untuk selalu meningkatkan kualitas kepribadian kita. Untuk saya, salah satunya adalah seperti kepribadian Inong yang saya tangkap kesan baiknya dari apa yang saya baca di tulisan-tulisan para blogger.

Inong adalah ibu rumahtangga biasa seperti saya. Kesibukannya yang utama pastilah mengurusi suami, anak-anak yang dua orang itu dan urusan pekerjaan rumah lainnya. Dalam pekerjaan rumah, Inong tampaknya menonjol di bidang masak-memasak termasuk kue-kue. Dan kepandaian itu diperkuat lagi dengan membuat Dapur Bunda yang tampaknya menjadi usaha bisnis juga. Bersama DB itu Inong menerima pesanan-pesanan makanan dan juga memberikan kursus memasak kepada siapa saja yang berminat. Resep-resepnya juga dibagikannya melalui dunia maya ini. Untuk soal anak-anaknya, Inong selalu menjadi ibu dan pengamat yang baik dalam setiap perkembangan buah hatinya. Dan dituliskannya segala kelucuan anak-anaknya di dalam blognya itu. Hal ini banyak juga yang melakukannya karena memang dunia kaum ibu terpusat pada tumbuh kembang keluarga terutama anak-anaknya. Dan tentu saja setiap ibu memiliki kebanggaan tersendiri terhadap buah hatinya yang selalu ingin dibagikan ceritanya kepada orang lain. Inong juga masih menyempatkan berkumpul dengan teman-temannya sehingga jauh dari kesan ibu rumahtangga yang kuper. Lalu, kalau semua itu juga banyak dilakukan oleh kaum ibu, apa yang membuatnya berbeda sehingga meninggalkan kesan yang dalam bagi orang lain.

Dari apa yang saya baca, Inong adalah pribadi yang hangat dan terbuka. Artinya, beliau ini suka berteman dengan siapa saja. Tidak membatasi diri untuk orang-orang yang mungkin tidak sesuai dengan minat dan pembawaan dirinya. Bahasa sederhananya adalah ramah. Untuk kepandaiannya, Inong juga sangat bersedia berbagi dengan siapa saja yang membutuhkan bantuannya. Rumahnya tampaknya juga terbuka untuk siapa pun yang mau berteman dan berkunjung kesana. Dengan hal-hal seperti itu, saya duga, tidak banyak kedukaan yang ingin dia bagi bersama orang-orang yang mengenalnya. Hanya senyum dan kebahagiaan yang ingin dia lihat di wajah-wajah sahabat-sahabatnya. Inong bisa melakukan semua itu, pastilah karena memiliki cinta yang begitu besar dan tak habis untuk dibagikan. Cinta kepada suami, kepada anak-anaknya, keluarga besarnya, sahabat, kepada kehidupan yang dijalani dan juga Sang Khalik. Maka, cinta yang begitu besar juga yang didapatkannya sebagai imbalannya. Kepergiannya ditangisi banyak orang hingga mereka-mereka yang belum sempat mengenalnya secara pribadi, menjadi pembuktian yang sangat sulit dielakkan. Bahkan saya yang juga sama sekali tidak mengenalnya, memiliki kesan yang sulit dikatakan terhadapnya. Subhanallah.

Mempelajari Inong, tidakkah kita semua ingin mendapatkan seperti apa yang didapatkannya? Tidakkah kita ingin dicintai dan dikenang oleh begitu banyak orang? Mungkin kita harus bertanya lagi, apa yang sudah kita perbuat untuk keinginan itu? Tidak ada gunanya kepergian Inong kita tangisi, jika apa yang sudah diberikannya kepada kita tidak kita pergunakan sebaik-baiknya. Lebih dari sekedar resep, tawa ceria dan cerita-cerita indah yang sebenarnya dia bagikan. Teladannya untuk kita ikuti rasanya lebih pantas untuk mengenang Inong, sehingga masing-masing kita juga bisa menjadi sosok-sosok yang selalu dirindukan. Semakin banyak sosok seperti Inong, semakin indah bumi ini.


Aksi

Information

One response

7 09 2006
Hany

Tulisannya menyentuh sekali, mbak Endang. Terharu sekali bacanya. Makasih, mbak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: