Jangan Cuma Lihat Kemasannya….

3 10 2006

Di rumah ibuku, dulu pernah kami berlangganan air galon sebagai penyedia air minum keluarga. Rasanya dengan air itu, kami merasa sehat karena katanya memang begitulah yang didengar dari iklan-iklan air mineral. Lama kelamaan, dengan berbagai masalah yang menyertainya, langganan air galonan pun berhenti. Memang juga dasarnya kami sebenarnya tidak masalah dengan air rebusan, ya kembalilah kami pada urusan lama itu,rebus merebus air untuk minum. Lalu air rebusan itu ditempatkan di botol-botol bekas minuman soda atau air mineral yang kami beli jika di perjalanan. Tradisi itu sudah pasti menurun pada putri semata wayang ini ketika sudah berumah sendiri bersama Pak Ubanku. Di kulkasku akan selalu tampak botol-botol aneka macam ukuran dan asal muasalnya, yang sudah beralih muatan menjadi hanya air putih rebusan saja. Meskipun sekarang kebetulan aku bisa memiliki pemurni air yang memungkinkan siapa saja minum langsung dari keran khusus, tetap saja isi keran itu dipindahkan ke botol demi mendapat air es.

Persoalan isi ulang berbagai botol dengan air putih biasa ini ternyata bisa menerbitkan senyum geli dan bahkan malu, sedangkan yang lain akan puas menertawakan orang yang sedang ketiban sialnya. Bayangkan saja, kalau botol minuman soda itu adalah minuman soda tak berwarna seperti “Sprite”. Kakak, keponakan, adik, yang sering sekali berkumpul di rumahku, biasanya dengan gelap mata membuka kulkasku mencari ‘yang segar-segar’. Terlebih si Pak Uban memang senang membeli minuman semacam itu aneka warna. Melihat ada botol hijau besar dan dingin, langsung saja mereka menuangkan ke gelas. Setelahnya..”aduuuh….kok air putih seh…?!” Ada juga yang sebaliknya, sudah tahu bahwa banyak botol tipuan di dalamnya, keinginan dan mental selaras untuk minum air putih. Sejurus kemudian, “hlo…kok begini..?”sambil merem melek terkena sengatan soda. Hehehe….

Ibuku sendiri juga pernah tertipu dengan botol-botol itu. Melihat iklan di TV tentang minuman air beroksigen dan peningkat stamina “Mizone”, ternyata menerbitkan keinginannya untuk mencoba. Tetapi kesempatan membelinya memang belum ada. Dalam suatu kali kunjungannya ke rumahku, dilihatnya botol-botol biru itu berjajar rapi di kulkas. Tidak ada komentarnya pada saat itu, dan kami kira juga tidak ada pendaman perasaan apapun. Sampai salah satu keponakanku membawa botol itu yang murni baru dibelinya. Ibu yang haus lalu meminta sedikit minuman itu pada cucunya, dan tiba-tiba tercetuslah apa yang selama ini disimpannya sendiri.” Oh…ternyata enak begini ya rasanya? Lha tak kira sama dengan air mineral biasa…pantesan orang pada suka….dasar Endang!” Hahahaha….maaf ya bu….(sambil nyengir-nyengir)

Nah, yang lebih parah, beberapa waktu ini aku sedang kangen minum jamu rebusan “temulawak kunyit asem sirih” yang segar buatan ibuku. Kebetulan dua kekasih kecilku juga sariawan, dan katanya bisa disembuhkan dengan minuman itu. Ibuku memang dulunya sempat menjadi penjual jamu . Maka rasa jamunya buatku ya TeOPe BeGeTe. Apalagi yang temulawak ini, kalau sudah didinginkan di kulkas, wah…segarnya minta ampun! Tak tanggung-tanggung, ibu merebusnya sepanci besar untukku dan kakakku yang satu kompleks denganku. Setelah jamu rebusan itu matang dan hilang panasnya, ditempatkanlah oleh asisten-non-inapku ke botol-botol yang tersedia. Ada botol Mizone, ada botol Coca Cola, ada juga botol jus besar yang sering dijual di hypermart. Ternyata akibatnya bisa memakan ‘korban’ yang banyak dalam waktu berdekatan. Yang semula sudah siap mental minum air putih dari botol mizone, terkesiap ketika rasa dan baunya menjadi sangat mengagetkan. Terutama untuk Pak Uban yang dasarnya tidak suka jamu. Dia dengan semangat minum dari kemasan jus, yang dikiranya masih berupa jus apel. Seketika dia kelimpungan tetapi tidak berani bereaksi banyak di depan ibu mertuanya. Keponakanku si penggemar Mizone tersenyum kecil saat minum dari botol itu, tapi belum bisa bicara karena masih batita. Bapaknya, kakakku nomer empat, mengira anaknya tertipu air putih. Ketika ganti dia yang minum dari botol yang sama, terbahaklah dia membayangkan apa yang tadi dipikirkan anak bungsunya. Sedangkan kakak iparku, keinginannya memang minum jamu itu ketika kukeluarkan sebuah botol besar dingin dan gelasnya. Tapi dia langsung kaget, ketika ternyata botol itu masih asli berisi jus apel. Nah lo ! Malu bertanya sesat di kulkasku itu namanya. Hehehehee…..Rasanya memang cuma aku yang tahu betul apa isi sesungguhnya botol-botol itu. Makanya, ingin juga kutempelkan peringatan di pintu kulkas : “BEWARE OF YOUR DRINKS! ” Dan mungkin sebaiknya ingat kata-kata orang bijak,” Jangan memandang hanya dari kulitnya…”


Aksi

Information

15 responses

3 10 2006
topan

emang seh, org banyak yg ngeliat luarnya aja. Sering kan kita denger cerita org2 kaya dari kampung yg mempermalukan penjaga show room mobil.

4 10 2006
Muhammad Mufti

Kayaknya bangsa kita ini memang terbiasa dengan hanya melihat kulit luarnya. Padahal itu belum tentu mencerminkan isi di dalamnya, iya toh…? Makanya banyak yang ketipu luar dalam…..

4 10 2006
Tanti

Mau komen jamunya aja ahhhhh, “Mau doooong say, temu lawak kunyit asemnya … yang benar2 asem yaaaa ?”

Di Indo memang terbiasa kan botol2 diisi air putih, biar dingin dan segar. Moral dari cerita di atas, kalau aku bertamu ke rumahmu, sudah siap grak dalam memilih minuman2 yang kuinginkan sesuai dengan keperluannya : ingin segar-juice, ingin langsing-jamu, ingin berbagi dgn. yg lain-air putih …

Ehhh ternyata seumur dan sebintang ya ? Lebaran nggak pulang say, Insha Allah tahun depan. 🙂

4 10 2006
Hany

Hmmmm, aku pilih minta tolong diambilin aja deh. Hehehhehe…..

5 10 2006
DeLaKeke

Enak dong, mau minum air putih dapat sprite…hehehe
tapi hati2 kalo botolnya udah dipake berulang2, solanya bisa menyebabkan keracunan, itu menurut salah satu harian surat kabar,tp aku ga ngerti juga sih…

5 10 2006
dian mercury

hehehe…ngerjain anak tiriku ah

5 10 2006
endangwithnadina

Topan> Nah, lebih baik jadi org kaya yg gak suka mempermalukan org ya…siiip deh,om..

M.Mufti> Yah, maklumlah mas…menilai kulit itu pastinya lebih mudah kan…

Tanti> Ayo sini…nanti kubuatkan kunyit asem yg uenak deh…

Hany> Sip deh Han…mosok tamu jauh ditipu…hihihi…elo mo apa tak jupukke..

Delakeke> Gitu ya Ke?Tp kalo botolnya sering kucuci msh bisa keracunan juga?

Dian Decante> Waduh buuuu…kok jadi dapet inspirasi gitu…gak ikut2 ah (tp ikut tepuk tangan n kabur….)

5 10 2006
venus

kalo gitu mustinya emang di labelin kali ya, jeng :p

5 10 2006
endangwithnadina

Venus > Gimana mo ngelabelin…kan isinya bisa berganti apa aja…wekkekkekekk…

5 10 2006
Larasati

Pas di rumah Jogja aku kaget,ada botol akua 500 ml di meja makan ternyata isinya air aki.Ternyata ulah bapakku, aku kaget soale anakku kalo liat botol akua isi air bening langsung aja glek..glek..nggak mikir. Setelah kejadian itu langsung semua botol tipuan dilabelin.

5 10 2006
endangwithnadina

Larasati> Wiii..kalo yg itu mah, kudu dilabelin mbak, kan membahayakan,apalagi ditaruh di botol air minum. Kalo yg di kulkas…insya Allah aman (ngeles mulu nih ya…)

5 10 2006
meyrinda

hehehe
penasaran liat warna-warni dalam kulkasnya
tapi mba, katanya kalo botol plastik ndak boleh sering diisi ulang yah? kudu segera dibuang walaupun udah dicuci, soalnya ada kandungan berbahaya dalam plastik gitu..tp lebih jelasnya gmn…aku yo ndak begitu paham 🙂 temulawak?? aku jg doyan mbaa

5 10 2006
endangwithnadina

Meyrinda> Oooo…gitu ya?Trimakasih ya peringatannya, akan kubuang deh kalo gitu…

6 10 2006
meyrinda

mending pake botol kaca aja mba, asal jangan bekas kecap yak, bukan apa, susah bersihinnya, hihihi

nih aku pas nemu sedikit penjelasan :
http://www.raudhah.com/modules.php?op=modload&name=News&file=article&sid=686
sama disini
http://blog-rayhan.blogspot.com/

met hunting botol baru…hehehe

8 10 2006
Tanti

Thanks ya say, Rayhan sudah baikan, alhamdulillah. Panas badan, batuk & muntah2 … dari Selasa, hingga kemarin, begadangan.:)

Ayoooo … botol2 kemasannya diganti ehhhh maksute’ ganti cerita … apdetttttt !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: