Mencari Kenikmatan Dalam Kesulitan

7 02 2007
Gambar diambil dari sini

Beberapa hari terakhir merupakan hari terdingin sekaligus terhangat dalam kegiatan harianku. Jakarta seperti terkena tsunami tatkala hujan lebat terus turun dan tak ada lagi yang dapat membendung aliran airnya. Rumahku yang berada di pinggiran kota Jakarta bahkan cenderung ke arah Depok dan Bogor, tentu saja tidak mendapatkan paket air dalam jumlah besar itu. Tapi di dalam kota di sana, masih ada bapak ibuku yang hanya hidup berdua saja. Jadilah di hari pertama air itu mulai meninggi, evakuasi dengan segala upaya dan peralatan dilakukan demi membawa mereka bersama kami. Dan biarlah rumah yang terendam kami titipkan pada penjaga rumah untuk waktu yang tak bisa kami perkirakan.

Segala aktifitas harian mendadak terhenti dan hanya berpusat di rumah saja. Ada Pak Uban yang tidak bisa bekerja, keponakan yang harus meninggalkan tempat kost namun juga tak dapat pulang ke rumahnya, ada pula calon dokter yang harap-harap cemas akan datangnya ujian sementara kegiatan perkuliahan masih berada di tengah kota yang terendam. Semua berkumpul di tengah minggu di rumahku, tempat yang curah hujannya sangat tinggi namun bebas banjir.

Suasana saat itu indah, begitu mirip lirik lagu Vina Panduwinata….Sangat dingin, namun ada kehangatan juga . Kami memiliki tambahan waktu untuk berkumpul, bercengkerama, bermain dan menonton film bersama. Meski harus tidur di atas kasur-kasur lipat karena keterbatasan kamar yang kami miliki, namun jika berdesakan dan berbagi selimut serta bantal guling seperti itu, rasanya lebih nikmat dari semua hotel bintang lima sekalipun. Kami memangsa segala makanan yang ada di depan mata, terlebih segala bentuk gorengan hangat yang ditemani minuman panas kegemaran. Bahkan sempat terpikir oleh mereka untuk banjir ini bisa bertahan lebih lama agar kebersamaan itu tidak segera berakhir. Tuan rumah pun sama beratnya jika harus melepas mereka kembali ke bawah atapnya masing-masing.

Namun, segala kesulitan toh harus diakhiri juga, terlebih demi mereka yang tidak memiliki kenikmatan dan kemewahan berkumpul seperti kami. Hidup harus berputar kembali pada jalurnya yang benar, dan kami tinggal mengenang saat-saat itu dalam bagian yang paling dalam di hati kami. Kesempatan berkumpul memang terbentang luas bagi keluarga kami. Namun ketika terjadi di tengah kesulitan besar seperti kemarin, rasanya kami menikmati lebih banyak lagi. Berjuta hikmah dan kehangatan yang tiada tara, yang harus kami resapi dalam-dalam.

Senang rasanya melihat senyum terkembang di tiap wajah mereka. Dan aku, lebih senang lagi ketika bisa juga menularkan penyakit dan mendapatkan korban baru dari kecintaanku pada beberapa keping cakram film yang….ah, sudahlah…semua juga sudah tahu apa maksudku….

Iklan

Aksi

Information

17 responses

7 02 2007
dian mercury

bah kau ! nyinggung2x vina panduwinata pulak….

hatix lho, jangan sampe dibaca stupidyoso blog kau. nanti katanya : lha yg kebanjiran aja bahagia kok bisa ngumpul sama keluarga…hikhik

7 02 2007
venus

waiyaaahhh…masih termehe-mehe sama si bauer? kayak gak ada laki-laki lain ajah!!! wakakaka…

7 02 2007
endangwithnadina

dian, biarin ajah…hihiihi
venus, lho, kan setia…piye tho ?heheheh

7 02 2007
Hany

Weheheehe… siiip…
Laris manis artine jalan2ku nggolek plastik tipis bunder2 kuwi rak tambah berarti toooo, hehehhe…
Wis, engko nek ono sing anyar eneh bakal tak tuku langsung ae! 😀

7 02 2007
kenny

wah ..trus jadi kepenak’en banjir nu jeng
gmn kabare seiki jeng endang bauer :D?

8 02 2007
Tanti

Terinspirasi ba-col yah Ndang, dingin2 ngobrol ditemani gorengan. 🙂 Kumpul2 memang enak … apalagi dengan orang2 terdekat. 🙂

Sedih juga yah banjir kali ini, merata gitu. Jadi inget tahun ’96, sebelum berangkat ke sini … aku ikutan dapur umum u’ korban banjir saat itu … yang sekarang lebih besar dan semakin merata yah ?

8 02 2007
endangwithnadina

hany, matur nuwun ya Han…heheeh..
kenny, sehat semua,kok…matur nuwun..
tanti, wah, th 96 ulangtaoh pertama anakku gak jadi dirayakan tuh…

8 02 2007
de

halah, wong banjir kok yo sik sempet2e mikiri pacare

8 02 2007
Larasati

yo wes mbak nikmati aja si bauermu itu,untuk ngelupain susahnya kebanjiran…

8 02 2007
angin-berbisik

mbak, selalu ada hikmah di balik suatu musibah….

9 02 2007
DeLaKeke

Banjir juga kadang membawa nikmat koq, ga hehehe
tapi enak ga banjir sih….
Kalo Banjir di Bandung, aku ngungsi ditempatnya Mbak Endang ah..
soalnya ada pisang gorengnya,heheheh
Pisang ijo ada ga? heheheh

9 02 2007
Hedi

pelem opo sih sampe berkeping² cakrame? pelem unyil yo…. *kabooor*

9 02 2007
endangwithnadina

de, hehehe…jadi obat tho…
larasati, iya dong mbak…
tia, he eh, bisa kumpul2 ya…
delakeke, pisang ijo blm bisa bikinnya…
hedi, wee….kuwi pelemme sampeyan…

9 02 2007
Anonymous

memang nikmat ya berkumpul dengan orang2 tercinta, apapun keadaannya

karena kalau pakai nama asli, komentarku ditolak, jadi pakai anonymous ya Jeng

Salam dari jauh

Ely

10 02 2007
-FM-

hehehe, 24 ternyata bisa jadi penghangat di kala banjir ya.

11 02 2007
Joni Poetra

rupanya ada kenikmatan didalam kesulitan ya..
bisa berkumpul bersama.

eh.. lagu vina yang mana?

12 02 2007
endangwithnadina

Ely, lho..msh dicekal ya komennya?
FM, hehehe, 24 geto loh…
Joni, wah, judulnya lupa om..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: