Timbangan Kasih Sayang

20 02 2007


Rumah Bapak dan Ibu sudah semakin bersih dari sisa banjir. Untuk kembali ditinggali tentu juga sudah sangat memungkinkan. Maka, setelah 2 minggu lebih berada di rumahku, hari Minggu kemarin beliau kembali ke sana. Bapak, memang sempat melihat kondisi rumah setelah kerja bakti kami waktu itu. Tapi Ibu, sejak terakhir melihat keadaan porak poranda paska banjir, memang baru kemarin itu beliau melihat kembali kondisi terkini kediamannya.

Yah..masih ada kekhawatiran kami keadaan kacau akan terulang, mengingat hujan kembali turun cukup deras beberapa hari ini. Namun, toh mereka harus kembali kesana. Seandainya terjadi yang kami takutkan, maka diputuskan untuk mengulangi kembali proses evakuasinya.
Yang terpenting, mereka bisa beristirahat seperti yang seharusnya disana. Bagi kami, tidak lagi ada berbagai pikiran selain keadaan baik-baik saja untuk keseharian Bapak Ibu.

Tapi telepon Ibu di keesokan harinya justru membuat aku tertegun dan tak bisa bicara.
” Terima kasih untuk semuanya. Rumah Ibu bersih sekali…Ibu Bapak juga senang selama beristirahat di tempatmu. Bapak Ibu terharu, anak-anak mengerti semua pada keadaan orangtua…..”

Apa yang sudah kami kakak beradik anak menantu lakukan ? Bagi kami, tidak ada yang istimewa. Bagi kami, itu sudah kewajiban yang tidak memerlukan apresiasi apa-apa. Bagi kami, Bapak Ibu bisa senang. Lalu jika memberikan keharuan bagi beliau, hingga harus terucap kata Terima Kasih …sama sekali tidak kami duga. Semua tidak ada artinya dibandingkan segala doa beliau untuk setiap putra putrinya. Bukan sebuah pekerjaan besar dibandingkan bertahun asuhan yang diberikan untuk kami.

Ibuku menangis haru…aku cuma terdiam, malu……..malu untuk terima kasihnya, malu untuk pujiannya…….malu untuk timbangan yang tak sebanding ini….

Iklan

Aksi

Information

15 responses

20 02 2007
Hedi

Kalo udah gitu, kita jadi merasa apa yang kita berikan belum sebanding ya, mbak 🙂

20 02 2007
kenny

apa yg kita lakukan tak akan bisa membalas semua kebaikan dan kasih sayang ibu jeng….

21 02 2007
Ely

itu yang digendong kamu ya?

jadi teringat alm.ortu nih (hiks)

21 02 2007
venus

aku kangen ibuku…:(

21 02 2007
hery

Wah jadi inget Ortu jg aku nih, tapi benar, kasih ortu tiada banding, pernah aku jg gitu, aku merasa yg aku berikan belum ada artinya, tapi Ortu mengucapkan banyak trima kasih, ini bikin terharu banget. Kalau ngomongin kebaikan ortu sampai nggak bisa ngomong aku…

21 02 2007
dian mercury

hukhukhuk…ikut terharu juga…

gimana, hujan lg gak?

21 02 2007
Hany

Hwalaaah.. melu mbrebes mili, Jeeeng…

21 02 2007
endangwithnadina

*hedy, kapan bisanya sebanding…gak mungkin…
*kenny, he eh…
*ely, oh, udah gak ada ya El?
*venus, telpon giih…
*hery, ya memang begitulah…
*dian, hujaan..
*hany, aku nulis jg mbrebes mili…

22 02 2007
de

aku titip, tolong bersihkan rumahku juga he..he..

22 02 2007
Anonymous

Melu mbrebes mili juga say … huhuy … waktu baby chubby2 juga yah … samaan dong kitah !

Tanti

22 02 2007
Ny. Satya

Jadi terharu bacanya. Betapa usaha yg sangat kecil begini sudah sangat2 membuat orang tua bahagia sekali, apalagi jika bisa berbuat lebih untuk mereka ya??

22 02 2007
JaF

Ortu emang begitu ya.. Sudah liad anaknya berhasil aja udah seneng. Aku baru tau kalau rumah sunter kerendam.. Moga2 nggak banyak kerugiannya ya ndang.. Salam sama bapak ibu..

Rumahku di Bekasi juga kena. Sempet ke sana nengokin, tapi maaf nggak sempat ke Cibubur nyobain masakan2 khas Nyonya Bauer.. hihihihi

22 02 2007
endangwithnadina

dena, heh?wani mbayar piro?
tanti, tp itu kan foto anakku tan..bukan aku..
ny.satya, tetep gak ada yg sebanding kok…
jaf, yah, maklum kok gue…horeee…Ny.Bauer..

22 02 2007
Larasati

Melihat kasih sayang ortu selalu membuat terharu. Mereka nggak pernah menghitung berapa yang sudah mereka berikan, tapi ketika anaknya berbuat sedikit saja…terimakasihnya nggak pernah pupus….woalaahhh…simboookk…pake..aku kangeenn…

24 02 2007
joni

kasih ortu sepanjang masa.
rasanya belum sebanding dengan apa yang kita bisa perbuat untuk menyenangkan hati mereka. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: