Arus Airku

16 07 2007
Aku ingin bernapas disini. Setelah minggu yang penuh dan penat. Karena hari ini, belumlah jadi tanda untuk selesai. Hari ini, kulewati satu ujian diantara coba yang lain yang masih terpampang jelas di mataku.

Bagi seseorang dengan posisi sepertiku, salah satu kebahagiaan adalah ketika mata ini melihat permata-permata hatinya berkilau, kekasih-kekasihnya merah merekah di pipi. Tapi satu permata dan kekasihku baru saja terbaring kalah. Demam Berdarah ini banyak yang mengalami, seringkali bahkan hanya beberapa hari saja waktu untuk rebah. Tapi tetap bukan satu kondisi yang bagus untuk diterima. Pasti ada rasa gundah melihat Uban layu. Begitu berat beban dia sebagai lelaki hingga akhirnya harus tumbang. Maka tak mungkin bagiku saat itu untuk beranjak pergi.

Lalu kualitas kemanusiaanku harus lebih diuji. Manakala Uban harus kalah, dan aku masih memiliki tanggungjawab untuk andil menciptakan satu sisi yang bisa membahagiakan orang lain. Mana yang harus kupilih, ego kasihku pada permata hatiku ataukah kebahagiaan gadis yang ingin melangkahi hidup baru? Meresahkanku kala pilihan ini begitu sulit. Tapi manusia memang harus menunduk dan banyak bertanya pada PemilikNya. Karena dari Dia lah banyak ditemukan jawaban. Kudapatkan bantuan untuk menuntaskan tanggungjawabku pada sang calon pengantin. Dan aku masih bisa merawat Uban sepenuh waktu hingga kembali ke rumah hari ini .

Aku tahu, ini belum selesai. Baru satu batu kulalui. Masih menunggu ujian lain yang menuntutku untuk ikhlas. Masih ada halaman-halaman hariku yang mempertanyakan ketakwaan hati dan segala pasrah untuk dunia yang tak abadi. Siang tadi mataku bertumbuk dengan mata Uban. Kami tahu kami hanya perlu tersenyum untuk semua rasa yang kami sesap. Karena Sang Pangeran sungguh Maha Pengasih.

Aku tak ingin memperhitungkan kemampuanku untuk melalui semua ujian. Karena nilai itu ada di Buku Besar di Sana. Aku hanya harus menjalani dalam arusnya yang tercipta untukku. Terlebih karena ujian ini hanya kecil saja. Tak sebanding dengan apa yang dialami Taufik Savalas dan keluarga yang ditinggalkan, kesedihan yang sangat dan manakala kesedihan mereka justru menjadi ladang uang bagi yang lain. Maka aku justru harus berkaca dari ketakwaan mereka meski tak kuinginkan ujian seperti itu.

Yang kubutuhkan sekarang hanya waktu untuk menyesapi dan memilah tiap rasa yang hadir. Lalu mengikuti kemana air hidup ini mengalir. Agar tawaku tak hambar dan kalimatku berarah.


Aksi

Information

17 responses

17 07 2007
Innuendo

sudah pulang kerumah ya…gimana keadaannya ?

syukurlah semua berjalan dg baik, si calon penganten masih bisa di handle ama sodara.

17 07 2007
CempLuk

semoga diberi ketabahan dalam menghadapi ujiann.amin..semangat !!

17 07 2007
de

syukurlah kalau sudah sembuh… ibunya jaga kesehatan ya…

17 07 2007
Rudi

wah DBD ya?
emang gak abis2 ya wabah DBD, tapi bagus lah kalo udah sembuh

17 07 2007
Mariskova

Mbak’e, semoga kuat slalu lahir batin. Moga2 Pak Uban juga cepet sembuh yah.

17 07 2007
kenny

syukur dah sembuh, bisa cepetan nge dot lagi hahahaha(aku ngakak Ndang baca komen mu)

17 07 2007
artja

asal yakin, pasti akan ada pertolongan dan kemudahan untuk berhasil melewati ujian.

17 07 2007
ely meyer

semoga yang tercinta lekas sehat kembali ya!

18 07 2007
Muhammad Mufti

Allah tidak akan menguji hambaNya diluar batas kemampuan. Sesungguhnya setelah kesulitan itu pasti ada kemudahan. Bertawakal saja kepada Allah, pasti Dia memberikan jalan terbaik bagi kita semua.

18 07 2007
danudoank

kata uztad, ujian adalah semacam promosi utk tingkatan yg lebih tinggi, insya allah, amin.*pa uban yg sakit ya bu? sdh sembuh kan yak*

18 07 2007
fitri mohan

waduh, ternyata perbincangan di YM kemaren itu adalah perbincangan sebelum masuk opname? turut prihatin…

tapi alhamdulillah udah pada sembuh. jangan lupa istirahatnya dibanyakin. banyak makan dan banyak istirahat yang pasti.

18 07 2007
angin-berbisik

syukur udah baikan yah pak ubannya….inilah ujian bagi seorang istri…dinikmati aja mbak 🙂

18 07 2007
wieda

wah..ikut prihatin jeng endang…semoga semua berjalan baik…

18 07 2007
just Endang

*innuendo, lumayan nek…hari ini mulai nengok kantor
*cempluk, amiin, makasiiih…
*de, he eh de…matur nuwun
*rudy, iya, gak nyangka bener kena gini
*mariskova, makasih ya jeng Dev..
*kenny, hahaha…..ngedot !
*artja, bener banget,mas !
*ely, makasih ely..
*mufti, itu juga yg jadi keyakinanku
*danu, alhamdulillah udah cukup sehat…
*fitri, iya fit…itu udah mulai kritis…banyak makan? mimpi loe…
*tia, nikmat kok jeng..
*wieda, he eh jeng, makasih…

18 07 2007
mei

turut mendoakan supaya semua cepat kembali dalam keadaan yang lebih baik…

makanya jarang ol ya mbak??

27 07 2007
Putirenobaiak

syukurlah udah sehat pak ubannya ndang. maafin ya aku jarang bisa blogwalking, kotaku mati lampu mulu, kerja aja susah

semoga kamu tetap endang yg tabah…

30 07 2007
just Endang

*mei, iya jadi jarang ol..
*meiy,makasih meiy…yg sabar ya di tengah penerangan tak menentu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: