Dari Gelas Kopi dan Raket Nyamuk

1 08 2007

Duduk bercengkrama di tengah ruang pendopo ditemani angin dan nyamuk, banyak hal yang melintas dalam canda tawa dan diskusi aneka persoalan. Gelas kopi besar menemani masing-masing dari kami, sebagai penanda nyamannya hati dalam aliran kata yang ada. Sesekali raket nyamuk beraksi memberi sentuhan wangi dan suara bak rangkaian irama orkestra sebagai ilustrasi. Makin dalam saja kami menempatkan diri pada bangku dan bale-bale empuk. Lalu apa yang membuat kalimat-kalimat kami mampu mencetuskan tawa?

Sesungguhnya, tanpa kami inginkan, segala kalimat itu bermuara pada kenyataan tentang dua jenis manusia. Berlawanan, tapi sesungguhnya berpasangan dan saling tarik menarik. Utara-Selatan, kanan-kiri, dan laki-perempuan. Tak bisa dunia ini indah jika hanya diciptakan satu saja dari masing-masingnya. Banyak masalah memang, muncul dalam keseharian kehidupan ini dalam hubungan diantaranya. Karena itulah maka menjelma menjadi indah meski kadang juga perang. Hanya jika masing-masing dari kita menyadari bahwa seharusnya semua itu diterima apa adanya, maka lidah ini mampu menyebutnya keajaiban. Dan bila kita sanggup menempatkan diri dengan bijak, maka indah itu memang ada.

Bagaimana seorang perempuan berkeras menyimpan dalam-dalam sebuah pundi keluarga tanpa mau menyentuh, mungkin menjadi keheranan bagi sang lelaki. Tapi jika tidak demikian, maka sia-sialah keringat para lelaki itu membanjir. Bagaimana kemudian lelaki kecil diajarkan berbenah oleh sang bunda, pasti sanggup membuat taring lelaki terasah tajam. Namun jika ditabukan, apa yang bisa ditemui ketika lelaki kecil itu seorang diri di tempat yang jauh dari sang bunda, hanyalah sebuah kotak berdinding yang penuh debu dan bau meracuni otak. Masing-masing punya alasan untuk menjawab dan berdalih.

Lalu menjadi makin riuh canda tawa itu, ketika harus mengurai darah siapa yang memberikan aliran baik pada keturunannya. Masing-masing kutub bersaing ingin menyatakan diri sebagai pihak yang memberikan andilnya. Padahal ketika dirinya diminta menyuarakan potensi pribadi, seringkali hanya senyum malu yang ditampilkan di wajah seolah itu barang langka. Maka pewaris selalu mampu mengubah peta berolah pikir tiap makhluk. Begitu lucu menyadari betapa anehnya manusia dan kemanusiaannya. Tak ada kecuali. Lalu mengapa ketika tak satupun sempurna, harus berujung pada perang memperebutkan nama dan segala atribut semu. Semakin lucu dan aneh untuk kita telan.

Gelas kopi besar ini makin tandas isinya. Raket nyamuk sudah menjadi senjata pembunuh tak berampun dan banyak menjatuhkan korban. Tapi kalimat demi kalimat tak kunjung habis disuarakan. Mungkin ini kelucuan lain yang harus sering-sering kita amini. Karena memang jika suara itu tentang makhluk yang bernama manusia, mata airnya tak akan pernah kering.

Iklan

Aksi

Information

16 responses

1 08 2007
fitri mohan

satu hal yang dibilang sebagai “nggak kering” itu tadi: obrolan bisa jadi kuis kalo masing-masing berebut jadi pemenang. :p

(nggak ada hadiahnya tapi)

1 08 2007
kenny

sambil ngobrol, panen nyamuk tho šŸ˜€

1 08 2007
iway

ah, dah lama sekali saya ga ketemu keluarga besar trah mbah saya, biasanya ada ada aja yang jadi bahan bulan-bulanan heheheheh, sadar-sadar dah adzan subuh hehehheehhe

1 08 2007
angin-berbisik

nyamuk pun tidak lagi terasa kalau dah ngobrol nostalgia dengan keluarga

1 08 2007
pyuriko

Berhubungan dengan lawan jenis itu memang,.. hhmmm.
Hubungan ini bisa menjadi hubungan dengan penuh cinta atau penuh benci… semua ada kisahnya sendiri. ^_^

2 08 2007
ely meyer

fotonya terliat adem, pas buat leyeh2 sambil nyerutup kopi…..bersama kekasih hati.

aku kalau minum kopi kok jadi pusying ya šŸ˜¦ jadinya ngeteh saja ^_^

2 08 2007
aLe

ah.. kasihan si nyamuk..
padahal mereka tak mengabiskan 1 cangkir darah, bahkan setetespun tidak.
andaikan mereka menghisap darah dgn tdk membawa penyakit dan rasa gatal itu, mereka akan kuBIARkan menghisap darahku.
*lari ke pantai dan teriak : “HALAH”

2 08 2007
Hedi

Yang kesel kalo nyamuknya mau ikutan ngopi, aku sering banget ngalami itu mbak. Mana kopinya masih banyak lagi hehehe

2 08 2007
Innuendo

lu minum kopi gelas gede lagi. magh ntar hihiihi…

kayaknya didarah kami ngalir darah nyokap

ngomong2x, meja kacanya mengkilap banget hikhikhik….pasti pembantu lo rajin bersihin

PS : modar aku word verificationnya 8 huruf !!! mana mirip2x lagi. tolooooooonnggg

2 08 2007
endang

*fitri, sifat dasar yah…hmmmm
*kenny, iya lha wong terbuka banget gitu
*iway, kalo ngumpul emang jadi lupa waktu
*tia, ngobrol apa aja asyik jeng..
*pyuriko, hayoo…kenapa?
*ely, wah…teh kalo aku masuk angin aja
*aLe, hahahah….
*hedi, yo ditutpi sik kopinya mas..
*innuendo, ya maag-nya ntar aja belakangan mikirnya..hihihi

3 08 2007
danudoank

“Bagaimana kemudian lelaki kecil diajarkan berbenah oleh sang bunda, pasti sanggup membuat taring lelaki terasah tajam.”– sayah sukah yg bagian ini. bebenah toh bukan hanya urusan perempuan.– percakapan spt ini memang selalu menyenangkan. bukankah sebaiknya spt ini kalo yg namanya keluarga?

3 08 2007
Vina Revi

hmm, nemu satu lagi blog yang isinya tulisan bermutu! dan ditulis oleh seorang wanita … YAY!

3 08 2007
mei

wahhh model pendopone kerennn..nyonto ah nnti kalau ada duit(halah)

xixi

4 08 2007
pemburu sunset

makasih imelnya ya …. met wiken aja ^_^

4 08 2007
endang

*danu, heheheh…bener pak..eh, sukur kalo suka itu..hihihi
*vina, eh..mbak, bisa aja…makasih ya mbak.
*mei, boleh lo kalo nyonto…
*ely, makasih ya ely..met wiken juga.

9 08 2007
NiLA Obsidian

gw suka gaya tulisan loe mbak…
daleum bgt….

duh pendopo yg nyaman ya….
kebayang wanginya raket nyamuk yg baru nemu mangsa….:-)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: