Dari Sudut Sepi Sebuah Rumah

23 11 2007
Menikmati sudut dunia tersendiri dalam satu ruang untuk berlari. Menepi. Menelisik. Sendiri. Menjadi diri sendiri. Sekadar melakukan periksa langkah, periksa pikir, sudah belum atau ingin digapai. Lucu dan aneh.

Teringat cerita Aminah, manakala dia sebagai Aminah kencur pernah membisikkan,” aku ingin jam tangan manis bertali kulit”. Bisikan yang hanya terdengar hati dan Gustinya, tapi terwujud di pergelangannya dalam hitungan hari. Bukan main ! Matanya katanya, memandang ke atas tak bertepi dan merasa begitu dekat dengan Gustinya. Selalu ke atas, karena disanalah pikirnya Gustinya itu berada.

Dimensi waktu tahun-tahun kemudian, ia mulai mengenal cinta. Bukan produser, bukan sutradara, diciptakannya sebuah film mimpi dalam angan. Film tentang ia dan cintanya, menikah dan memulai langkah kecil, dalam satu rumah sangat kecil, sederhana, kosong tanpa perabot. Lampu rumah temaram karena kemampuan yang juga kecil untuk membeli listrik. Langkah awal, rangkakan mungkin, sebelum menjadi yang lebih besar. Perempuan didikan Jawa, didekatkan pada susahnya dunia nyata, film mimpinya tak mungkin dimulai dari Hollywood. Nyatanya, film itu terproduksi sungguhan katanya…….lagi ia tengadah, tapi tertunduk lagi. Mulai mengerti rupanya, Gustinya tak selalu ada di singgasana di atas entah.

Satu kali ia pernah mempersilakan satu kakaknya membawa satu perempuan pengganti permaisuri yang mangkat. Mulutnya jelas pengucapannya, “Silakan….bawa saja jika mau”. Terbuka sangat dengan keinginan kakak. Tatkala kemudian bertemu dengan sang perempuan, ia malah tak mampu tersenyum. Tak punya kata untuk menyapa, bahkan untuk menjelaskan kenapanya. Yang dia tahu, rasanya sirene dalam dadanya meraung sangat kencang memekakkan telinga. Untuk apa, bahaya apa, sungguh tak tahu. Sirene yang membuat dia terdiam dan menjadi terdakwa karena tak mampu membuka kata. Meski Aminah sudah mengerti tak pernah ada singgasana di Atas sana, tapi menengadah selalu lebih mudah. Ia cuma mau bertanya tentang kenapa. Jawabannya dicicil seperti kredit tahunan. Perempuan tadi itu memasok rasa sakit, membuat ayah ibunya selalu menghela nafas panjang, dan kakaknya tertoreh-toreh luka. Aminah cuma membatin, ooh……it works…..sirene hati.

Aku dengar Aminah itu berkata dia pelihara yang dia punya. Yang “it works” tadi. Katanya selalu dijaganya supaya tak berkarat. Dia nyalakan saat ingin tahu sudut mana nyaman untuk ditempati, atau kemana dia seharusnya tak melangkah. Masalahnya, sulit baginya untuk membagi makna raungan itu. Seringkali dia juga jadi habis kosa kata sehingga banyak yang gelengkan kepala untuk penjelasan yang tak jelas abjadnya. Ya sudah, dia memang begitu adanya.

Lalu kenapa dia jadi gelisah sekarang? Aku dipaksanya membantu berpikir. Membantu meraba juga dengan hati. Ah, hati lagi….Katanya, dia jarang bersurat pada Gustinya lagi, tapi ingin bertandang ke tanahNya. Entah kapan. Lalu kalau tak sering bersurat, “Apa aku masih intim dengan Gustiku, ya?” Ia yang sering tengadah mempertanyakan itu, apa yang harus aku jawab. Dalam teoriku, bukan aku yang bisa menjawab kegelisahan dia. Lalu bagaimana?

Pada akhirnya aku memang tak menjawab, cuma berkalimat,

” Aminah, ……aku cuma menawarkanmu tempat di sudut sepi rumahku ini. Untuk berlari, untuk menepi, merasakan angin yang membawa tiap kabar, dan memeriksa sirenemu itu apakah masih berfungsi dengan baik…….seperti yang aku lakukan malam ini..”

Selamat berakhir pekan dan datang dengan kesegaran…….
Iklan

Aksi

Information

20 responses

23 11 2007
de

ke mesjid ae bu, sama aja toh rumah Allah

23 11 2007
artja

semoga dilapangkan dada dan dijernihkan mata hatinya, agar beliau bisa melihat hidayahNya

23 11 2007
Hedi

mencari Gusti ke tempat yang jauh, ternyata Dia ada di sekitar terdekat kita 🙂

23 11 2007
Pinkina

Dia dekat, kl kita dekat dan Dia juga jauh kl kita jauh
/*halah malah koyok lagune Bimbo yha

23 11 2007
tata

aminah siapa sih ??? *gak nyambung mode on*

23 11 2007
-tikabanget-

ini sayah..
dari sudut sepi kantor di pagi buta..
meyendiri..
bercinta dengan kekasih sayah yang tak pernah mencoba berlingkuh dari sayah dengan sengaja..

**waw.. tika???**

23 11 2007
elly.s

oh aminah….

24 11 2007
-Fitri Mohan-

“tarantula” kah?

24 11 2007
dian

bukan tarantula neh..yg satu lagi…yg anaknya baru nikah. ooppps gak boleh disebut ya ?

lol masih kecil suka jam kulit ya kekkekek..sama donk.

ssstt tata, sini deh kalo mau tau aminah itu siapa kekkekkek

24 11 2007
venus

Tuhan ada dimana-mana. Kata temenku,Dia dekat, sangat dekat, bahkan lebih dekat dari batang leher kita.

tapi…aminah siapa sih, bu?

24 11 2007
pyuriko

Dia selalu dekat, sangat dekat…

Barangsiapa mengenal dirinya, akan mengenal Tuhannya

Have a nice weekend, mbak ^_^

24 11 2007
isnuansa

Jadi inget Aminah ini udah pernah diceritain…
Saya nggak bisa seperti beliau yang sirinenya selalu bekerja.

24 11 2007
aLe

manusia selalu ‘mbingungi’ mencari Tuhannya, padahal Dia selalu melihat umatnya.

*istighfar*

25 11 2007
GusKoko

Ketika kita bisa menghirup udara untuk bernafas, bebas tanpa bayar,
kita lupa pada anugrahNYA.
Ketika kita terpuruk, baru kita mengeluh padaNYA.
Masih banyak Aminah2 lain………..

26 11 2007
Ely Meyer

zsdnlfxbjadi pengen tahu lebih dalam tentang Aminah ^_^

26 11 2007
ichaAwe

Tuhan itu ada didalam hati … didalam hati mereka yg tau… yg peka…
moga selalu diberi hidayahNya..amin

26 11 2007
langit

pripun kabare mbak 🙂

27 11 2007
kenny

masih cerita si aminah si rahasia itu?

wes pijet, puenakkkk eeeee 😀

27 11 2007
Muhammad Mufti

Dzikir merupakan salah satu cara untuk mengingatNya, dimanapun kita berada dan dalam setiap kesempatan. Insya Allah hati akan menjadi tenang

1 12 2007
JaF/ Rane

Plak!! Kok aku merasa ditampar sama si Aminah ini.. hallah..

Aminah.. aminah.. sopo kuwi nduk? 😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: