Rasa Ibu

23 06 2008

Di sebuah pusat perbelanjaan, ” HUAAAAAA…………aku mau main……mau main……..huaaaaaaaaaaaa……gak mau, gak mau pulang……!!!!!!!!!!!!!! “…..

Bukan pemandangan yang indah untuk dinikmati. Ada banyak emosi tumpang tindih berebut mempermainkan hati yang hanya sepotong. Mungkin ingin marah karena tak sesuai keinginan. Mungkin rasa malu menggelegak memerahkan paras karena menjadi pusat pandangan mata. Atau ketidaktegaan untuk tangisannya, namun juga keinginan untuk mengajarkan disiplin.  Pilih anak atau ibu……menyerah atau teguh……Ibu, nuranimu harus bicara.

Ada bacaan berita, betapa seorang gadis pun sangat memelihara rasa haus akan kuasa dan menaklukkan sesamanya. Tangan ramping dan seharusnya halus, bergerak kencang dan menancapkan bekas merah di pipi mulus yang bukan pipinya. Cerita yang bukan rancangan sinetron. Sangat nyata, dan sangat mengiris hati. Haruskah menutupi dan menganggap tidak ada? Atau mengakui kenyataan ? Mengakui tak harus menjauhkan pelukan dan menutupi tapi tak berdusta……Ibu, nuranimu harus bisa bicara benar.

Dunia yang ada di depan mata saat ini tampak hancur ketika perjalanan hati tak terasakan sejuk. Entah apa yang membuat rumah cinta itu mengeras dan kehilangan sentuhan manis bagi peradaban. Tampaknya kelahiran masa berikutnya mungkin memunculkan monster-monster ganas pemakan hati dan cinta bila tak ditemukan penawarnya. Dengan pemikiran ruang sempitku, aku cuma ingin meraba kuduk sendiri. Dan melihat telapak tangan kecil yang kuasanya begitu besar. Rahim saja adalah sebuah keistimewaan karena dari sana tak cuma bisa lahir satu dan ribuan sosok, tapi juga rasa. Benci, dendam, cinta, tanggungjawab, murka, maaf, kemanjaan dan sejuta rasa dan emosi yang bertebaran. Ibu, apa yang bisa tercipta dari rahim dan rasamu akan tampak pada putramu. Ya… kamu, Ibu……aku sendiri.

Selalu ada banyak debu dan bakteri yang bisa menempel di kulit dan tak cuma satu tiang menyangga rumah. Tapi kuduk ini bicara untuk menelisik ke dalam. Ada banyak masa tangan-tangan ini mengukir sejarah hati manusia, dan itu adalah masa emas. Tak mungkin kembali. Mulut boleh berteriak kencang, tapi jangan hitamkan hati. Tangan dan suara cantik jika terasa lembut, tapi jangan lemahkan hati jika jalannya tak baik.

Ibu, keibuanmu……….selalu pantas untuk dipertanyakan artinya bagi peradaban………

Iklan

Aksi

Information

17 responses

23 06 2008
putirenobaiak

ikuti nurani, aku baca itu semalam di chicken soup for mother’s soul (buku lama sih)…

kdg kalau anak2 nakal, aku jadi terpukul sendiri, apa yg sudah aku ajarkan ya sama mereka?
sama Meiy….kalau ada sesuatu yg kurang menyenangkan dari mereka, mesti begitu…..

hore pertamax!

23 06 2008
cewektulen

wanita khususnya ibu memang punay peran signifikan..
bukan tidak ada peran bapak…..tapi sebagai ibu rasanya punya tggjwb lebih….

23 06 2008
evi

nah anakku mulai gitu… kadang bikin gemes, bikin jengkel. disaat lain kadang kasian ngeliatnya sehari penuh cuma ama pengasuhnya.
biasa dilema ibu pekerja 😦
ibu……mungkin akan selalu dipenuhi dilemma….

23 06 2008
Fonda

Mantaf…..mau donks Ibunya…ups…sori maksudku rasa Ibu….’alah…aku cowo kok yah??? %^*()&*&%#$#…..
hehehehe,,,,,,,lagi nyari calon ya???

23 06 2008
kw

aku sering liat ibu yang galak hehehhe
lalu? bagaimana menurut sampeyan?

23 06 2008
ayu

emang ga mudah menjadi seorang ibu.
kata mas Jack Bauer pacarku itu, jadi ibu, jadi ayah, jadi anak…..tidak ada yang mudah…

23 06 2008
kishandono

stop kekerasan pada perempuan.

…siapapun pelakunya.
nah lhoooooo………..

23 06 2008
iway

tapi emang sinetron itu dah bener-bener ngeselin kok mbak, ngomongnya dah ga pake filter
BETUL……..pengaruhnya itu juga gila….kayak anak2 geng Nero itu…….cewek2…..aduuuuuh……

23 06 2008
ika

aku cinta emakku,,,,she’s everything to me… maaak
pasti Jeng….pasti……..

23 06 2008
Mufti AM

Sekali doa ibu terucap kepada anaknya maka Tuhan akan mendengar dan mengabulkan doa tersebut. Maka jangan sampai terucap ungkapan yang tidak baik untuk anaknya meskipun tanpa disadari.
ah iya…….harus pandai menahan emosi……..

24 06 2008
Meekaela

Susahnya jadi ibu. Karakter anak saat dewasa nanti yang dipertaruhkan ya… Jadi, bagaimana tips nya menjadi ibu yang tegas tapi penuh kelembutan? Atau lembut tapi penuh ketegasan? Wiiii… bingung…
-Mee-
katanya tidak ada resep rahasia….selain keyakinan, bahwa kita punya nurani…..

25 06 2008
mercuryfalling

waduh, kalo gue jd ibu, bakalan iya iya mulu nurutin kemauan anak. wong sama kucing aja gak bisa bilang no

25 06 2008
Ersis Warmansyah Abbas

Kalimat bagus … Ada banyak emosi tumpang tindih berebut mempermainkan hati yang hanya sepotong

26 06 2008
gakpede

kapan hari itu, anak ttangga dpn rumah (5th) ngamuk, nangis kepiyer-piyer(?)
ayahnya pegel ati, si anak dimarahin
si ibu lg ngaji ke rmh lain,
aku ngintip adegan itu, serasa rindu ke masa lalu, ktika aku segede anak itu, ktika seumur si ayah itu
nikmatnya jadi aku…..

26 06 2008
wieda

ibu memang nomer satu….kesabaran, kecintaan dan doa nya..

tak ada wanita semulia seorang ibu

27 06 2008
elly.s

udah seminggu nggak call ibuku…
tq udah ngingetin..

28 06 2008
ndahmaldiniwati

semua keteladanan menyikapi hidup saya dapet dr ibu, sewaktu kecil peran bpk emang ga’ trlalu besar krn beliau TNI yg sering tugas diluar. walopun ga’ pinter jahit, ga’ bawel soal kebersihan, cuma lulus smp tp ketegaran, kesabaran&kebesaran hatinya sungguh luar biasa. hikss… jd kangen…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: