Ketika harus terpisah lagi………

2 03 2010

Menyimak terbit matahari belakangan ini, rasanya separuh jiwaku seolah terpenggal dan tak mampu turut bersinar. Gamang, justru lebih banyak mewarnai sepenuh nafas yang dihembuskan. Nyeri meski bibir berkata mantap. Lebih nyeri karena aku tidak mampu menterjemahkannya dalam bahasa khas wanita. Dan mesin waktu seolah menjadi suka sekali menarik-narikku untuk bermain tak kenal lelah, melemparkan ingatan ke masa yang lalu. Masa dimana…………

Ya, berjalan dalam kesendirian. Perut besar berisi bayi yang harus rajin diperiksakan pada dokter sebulan sekali.Dan tetap melanjutkan kuliah yang tinggal selangkah lagi. Sendiri, dan disertai gunjingan tak perlu hanya karena tidak terlalu mengenal atau tidak termasuk dalam undangan pernikahanku. Belum lagi perkataan ibu mertua yang justru mencontohkan banyak orang yang dikenalnya tegar berkeliling kemana-mana seorang diri dalam keadaan hamil seperti tidak memberi kesempatan untuk sekedar berharap  . Aku  hanya menunggu saja  jadwal pesawat yang membawa belahan jiwa datang dengan segala bungah. Begitupun kadang bungah itu terhempas tak berwujud karena sesuatu hal. Saat seperti itu, nyeri menjadi makin dalam hingga kuputari jalan tol lingkar dalam kota berulang kali. Jam yang makin larutlah yang mampu memaksa akal sehat  untuk memutar setir menuju pulang.

Ketika akhirnya mampu menyusul belahan jiwa ke seberang pulau bersama kekasih kecilku, kesadaran baru memenuhi benak . Melihat pakaian yang dilempar bertumpuk di dipan hingga hampir tak bersisa tempat untuk merebahkan diri…..pakaian-pakaian itu rusak dan berserangga kecil. Gelas-gelas menempel erat berkerak di meja, kaca jendela tertutup debu tebal. Belahan jiwaku adalah tetap seorang lelaki. Baginya, mengurus diri adalah sekedar makan seperlunya , sekedar berpakaian, bekerja benar dan menjadi pelampiasan kesepian, buku, serta tidak memiliki orang sejenis belahan jiwanya di sisinya.  Keterampilan untuk mengurus diri secara layak, bukan keahliannya. Dan di atas semua itu, kami berdua menjalani rasa yang sama dalamnya. Dengan si kecil yang harus selalu berkenalan ulang dengan bapaknya.

Kini, keadaan itu akan berulang meski tak terpisah laut. Ingatan-ingatan ini terus menggelayut sekarang. Lebih mengganggu. Karena kekasih-kekasih kecilku tidak lagi kecil dan bisa dibawa kemana saja tanpa resiko masa depan dengan kebutuhannya yang semakin meningkat untuk diperhatikan.  Belahan jiwa,  kembali pada ketidakahliannya itu. Dan aku, seperti berada di sudut persimpangan, apapun yang kuputuskan. Dan bukan soal istikharah atau tidak, karena hal itu hanya menentukan dimana kaki ini berpijak. Istikharah tidak menyelesaikan rasa.  Ketika aku memilih datang pada satu arah cabangnya, rasanya ada panah menancap di punggungku dari arah lain. Mereka memang bukan untuk dipilih meski fisik ini memaksa. Tubuh dan jiwa menjadi tak sejalan tapi aku harus tetap utuh.  Karena berikutnya, aku tahu batu-batu seperti apa yang akan kami temui nanti. Aku hanya ingin memastikan, kekasih-kekasih kecilku mengerti bagaimana menggunakan pelindung jiwa yang kupersiapkan untuk mereka ketika cuaca buruk menghampiri.

Bersama banyak tegukan kopi, aku cuma menghayati episode ini…….memahami dan menjalani tanpa bertanya…………karena ini bukan apa-apa…………..


Aksi

Information

7 responses

2 03 2010
mobil88

Nah kalo begini http://mobil88.wordpress.com senang mampir….. ya itung-itung nambah wawasan….
Maju terus pantang mundur…hihihihihi kaya perang aza.

12 03 2010
endang

makasih yaaa……….

24 03 2010
cipstuff

kok ceritanya pilu gitu ya, semangat!!!

24 03 2010
endangpurwani

hhehhhehhhe………bisa nggak semangat dalam pilu? 😀

2 04 2010
gakpede

demikianlah kehidupan berlangsung
masing-masing ada saatnya
dan masing-masing ada maknanya
berenanglah dalam kolam kesedihan sesekali
tapi jangan tenggelam di dalamnya
karena kolam kesedihan akan membuat diri segar kembali setelah mentas dari sana

2 04 2010
endangpurwani

bener sekali, pak….maturnuwun…

6 04 2010
Kembali……….. « Permata Hatiku

[…] « Ketika harus terpisah lagi……… […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: